Violin Antonio Bazzini

Antonio Bazzini (11 Maret 1818 – 10 Februari 1897) adalah seorang pemain violin, komposer, dan guru asal Italia. Sebagai komposer, karya abadinya adalah musik kamar yang membuatnya mendapat tempat sentral dalam kebangkitan instrumental Italia pada abad ke-19. Namun, kesuksesannya sebagai komposer terhalangi oleh reputasinya sebagai salah satu pemain violin konser terbaik pada abad ke-19. Ia juga berkontribusi pada sebagian dari Messa per Rossini, khususnya bagian pertama dari II. Sequentia, Dies Irae.

Kehidupan dan Karier

Bazzini lahir di Brescia. Sejak kecil, ia belajar violin dari seorang pemain lokal bernama Faustino Camisani¹. Pada usia 17 tahun, ia diangkat menjadi organis gereja di kota kelahirannya. Tahun berikutnya, ia bertemu dengan Paganini dan sangat dipengaruhi oleh seni dan gaya sang maestro. Paganini mendorong Bazzini untuk memulai karier konsernya pada tahun itu dan ia dengan cepat menjadi salah satu seniman yang sangat dihormati pada zamannya. Dari tahun 1841 hingga 1845 ia tinggal di Jerman, di mana ia sangat dikagumi oleh Schumann baik sebagai pemain violin maupun komposer, juga oleh Mendelssohn (Bazzini memberikan penampilan pribadi pertama dari Konser Violinnya)¹. Setelah tinggal singkat di Denmark pada tahun 1845, Bazzini kembali ke Brescia untuk mengajar dan mengarang. Pada tahun 1846 ia bermain di Napoli dan Palermo. Pada tahun 1849-1850 ia melakukan tur di Spanyol dan dari tahun 1852 hingga 1863 tinggal di Paris. Ia mengakhiri karier konsernya dengan tur di Belanda pada tahun 1864.

Kembali sekali lagi ke Brescia, Bazzini mengabdikan dirinya untuk komposisi, secara bertahap meninggalkan fantasi opera virtuoso dan karakter-potongan (seperti yang terkenal La ronde des lutins, Elégie dan Le muletier), yang telah membentuk sebagian besar karya awalnya. Ia mengarang sebuah opera, Turanda, pada tahun 1867 dan memproduksi sejumlah kantata dramatis, karya-karya sakral, uvertur konser, dan puisi simfoni selama dua dekade berikutnya. Namun, kesuksesan terbesarnya sebagai komposer adalah dengan komposisi musik kamar. Pada tahun 1868 ia menjadi presiden Società dei Concerti di Brescia, dan aktif dalam mempromosikan dan mengarang untuk perkumpulan kuartet di Italia. Pada tahun 1873 ia menjadi profesor komposisi di Konservatori Milan, di mana ia mengajar Catalani, Mascagni, Pizzi, dan Puccini, dan kemudian menjadi direktur sekolah pada tahun 1882. Bazzini meninggal di Milan pada tanggal 10 Februari 1897¹.

Musik

Bazzini adalah salah satu seniman yang paling dihormati pada zamannya dan mempengaruhi komposer opera besar Giacomo Puccini. Karyanya yang paling abadi adalah musik kamar, yang ditulis dalam bentuk-bentuk klasik dari sekolah Jerman dan telah memberinya tempat sentral dalam kebangkitan instrumental Italia abad ke-19. Yang patut dicatat adalah Kuartet Gesek No. 1-nya, yang memenangkan hadiah pertama Milan Quartet Society pada tahun 1864. Musiknya ditandai dengan teknik yang sangat virtuoso yang ekspresif tanpa terlalu banyak sentimen². Salah satu karyanya yang paling populer adalah Scherzo fantastique Op.25 untuk biola dan piano, yang dikenal juga sebagai La ronde des lutins atau Tarian Para Kurcaci³. Karya ini menunjukkan kemampuan teknis luar biasa dari pemain biola dengan melodi-melodi cepat dan sulit³.

Pengaruh dan Warisan

Bazzini meninggalkan warisan yang kaya bagi dunia musik, baik sebagai pemain violin, komposer, maupun guru. Ia berperan penting dalam mengembangkan tradisi violin Italia dan membentuk generasi baru pemain dan komposer. Beberapa muridnya yang terkenal adalah Alfredo Catalani, Pietro Mascagni, Giacomo Puccini, dan Achille Longo. Bazzini juga berjasa dalam memperkenalkan karya-karya Beethoven, Schubert, Schumann, dan Brahms ke Italia melalui konser-konser dan perkumpulan kuartet yang ia dirikan. Bazzini dihormati sebagai salah satu tokoh musik Italia pada abad ke-19 dan namanya diabadikan dalam beberapa institusi, seperti Konservatori Brescia yang dinamai menurutnya. Musiknya masih dimainkan dan direkam oleh para pemain violin terkemuka, seperti Chloë Hanslip.

Violin Niccolò Paganini

Niccolò Paganini adalah seorang komposer dan pemain violin dari Italia yang lahir pada tanggal 27 Oktober 1782 di Genoa. Ia adalah salah satu virtuoso biola paling terkenal di zamannya, dan meninggalkan jejaknya sebagai salah satu pilar dari teknik biola modern. Karya-karyanya yang paling dikenal adalah 24 Caprices for Solo Violin Op. 1 yang menjadi inspirasi bagi banyak komposer terkemuka. ¹²

Kehidupan dan Karier

Paganini lahir di Genoa sebagai anak ketiga dari enam bersaudara dari pasangan Antonio dan Teresa (née Bocciardo) Paganini. Ayah Paganini adalah seorang pedagang yang tidak berhasil, tetapi ia berhasil menambah penghasilannya dengan bermain musik mandolin. Pada usia lima tahun, Paganini mulai belajar mandolin dari ayahnya dan beralih ke biola pada usia tujuh tahun. Bakat musiknya cepat dikenali, dan ia mendapatkan banyak beasiswa untuk pelajaran biola. Paganini muda belajar dari berbagai guru biola lokal, termasuk Giovanni Servetto dan Giacomo Costa, tetapi kemajuannya cepat melampaui kemampuan mereka. Paganini dan ayahnya kemudian pergi ke Parma untuk mencari bimbingan lebih lanjut dari Alessandro Rolla. Tetapi setelah mendengar permainan Paganini, Rolla segera merujuknya ke guru sendiri, Ferdinando Paer dan kemudian guru Paer, Gasparo Ghiretti. Meskipun Paganini tidak tinggal lama dengan Paer atau Ghiretti, keduanya memiliki pengaruh besar pada gaya komposisinya. ¹³

Karier awal Paganini dimulai pada tahun 1800, ketika ia dan ayahnya pergi ke Livorno, di mana Paganini bermain di konser dan ayahnya melanjutkan pekerjaannya sebagai pelaut. Pada tahun 1801, Paganini yang berusia 18 tahun diangkat sebagai pemain biola pertama Republik Lucca, tetapi sebagian besar pendapatannya berasal dari pekerjaan lepas. Ketenarannya sebagai pemain biola disandingkan dengan reputasinya sebagai penjudi dan playboy. ¹⁴

Pada tahun 1805, Lucca diambil alih oleh Prancis Napoleon, dan wilayah tersebut diserahkan kepada adik Napoleon, Elisa Bonaparte. Paganini menjadi pemain biola untuk istana Baciocchi, sambil memberikan pelajaran pribadi kepada suami Elisa, Felice selama sepuluh tahun. Selama waktu ini, istri Paganini dan Paganini juga menjalin hubungan asmara. Pada tahun 1807, Baciocchi menjadi Grand Duchess of Tuscany dan istananya dipindahkan ke Florence. Paganini menjadi bagian dari rombongan tersebut, tetapi pada akhir tahun 1809 ia meninggalkan Baciocchi untuk melanjutkan karier lepasnya.

Virtuoso yang berkeliling Poster iklan pertunjukan Paganini pada tahun 1831 Pada tahun 1813, Paganini membuat debutnya di Milan dengan sukses besar. Ia kemudian melakukan tur ke seluruh Italia dan Eropa sebagai artis solo tanpa pemusik pengiring. Ia menjadi salah satu ‘superstar’ pertama dalam hal konser publik. Ia menjadi kaya dan terkenal sebagai pemusik tur, dan tidak terkalahkan dalam hal memikat pendengarnya. ¹⁴

Pada tahun 1828, ia bertemu dengan Franz Schubert di Wina, yang mengagumi karya-karyanya. Schubert mengatakan bahwa ia \”tidak pernah mendengar sesuatu yang begitu indah\” setelah mendengar Caprice No. 24 karya Paganini. Ia juga berteman dengan Hector Berlioz , yang menulis Harold en Italie (1834) untuknya berdasarkan tema-tema karya-karyanya sendiri. Namun, Paganini tidak pernah memainkan karya tersebut karena ia merasa bagian biolanya tidak cukup menonjol.

Pada tahun 1831, ia tampil di London dan Paris dengan sambutan yang luar biasa. Ia juga bertemu dengan Felix Mendelssohn , Robert Schumann , Frederic Chopin , George Sand , dan Gioachino Rossini . Ia juga mengunjungi Inggris , Skotlandia , Irlandia , Jerman , Belgia , Belanda , Polandia , Bohemia , Hongaria , Denmark , Swedia , Norwegia , Finlandia , Rusia , Spanyol , Portugal , dan Swiss . Ia menjadi inspirasi bagi banyak komposer untuk menulis karya-karya untuk biola atau berdasarkan gayanya.

Karya Terkenal

Beberapa karya terkenal Paganini adalah:

  • 24 Caprices for Solo Violin Op. 1 (1801-1807), dua puluh empat caprice untuk biola solo yang menunjukkan teknik-teknik virtuoso yang luar biasa, seperti pizzicato, staccato, harmonik, double stop, dll.
  • 6 Violin Concertos (1815-1829), enam concerto untuk biola dan orkestra yang menampilkan melodi-melodi indah dan variasi-variasi cemerlang.
  • 12 Sonatas for Violin and Guitar Op. 2 (1804), dua belas sonata untuk biola dan gitar yang menggabungkan gaya klasik dan romantis.
  • 6 Sonatas for Solo Violin Op. 3 (1805), enam sonata untuk biola solo yang mengeksplorasi berbagai mood dan gaya.
  • Le Streghe (The Witches) Op. 8 (1813), sebuah variasi untuk biola dan orkestra berdasarkan tema dari opera Il noce di Benevento karya Süssmayr.
  • Carnival of Venice Op. 10 (1829), sebuah variasi untuk biola dan orkestra berdasarkan tema dari lagu rakyat Italia O mamma, mamma cara.

Paganini meninggalkan warisan musik yang besar dan berpengaruh bagi generasi komposer dan pemain biola selanjutnya .

Violin Rodolphe Kreutzer

Rodolphe Kreutzer adalah seorang komposer dan pemain violin dari Prancis yang lahir pada tanggal 16 November 1766 di Versailles. Ia adalah salah satu pendiri sekolah biola Prancis dan salah satu improvisator dan konduktor terkemuka di zamannya. Ia terkenal karena sonata biola yang didedikasikan kepadanya oleh Beethoven, yang dikenal sebagai Sonata Kreutzer, meskipun ia tidak pernah memainkannya. Ia juga menulis banyak opera, concerto, dan karya-karya kamar untuk biola. Ia menjadi profesor biola di Conservatoire de Paris dari tahun 1795 hingga 1826. Ia juga menjadi pemain biola solo di Théâtre-Italien dan Paris Opéra, dan kemudian menjadi musisi kamar untuk Napoleon dan Louis XVIII.

Kehidupan dan Karier

Kreutzer lahir di Versailles sebagai putra dari seorang musisi di kapel kerajaan. Ia belajar biola dengan ayahnya dan kemudian dengan Anton Stamitz. Ia membuat debutnya di Concert Spirituel di Paris pada tahun 1780, memainkan concerto karya Stamitz. Ia menjadi pemain biola pertama di Chapelle du Roi pada tahun 1785, dan solois di Théâtre des Italiens pada tahun 1790. Ia menulis dua opera yang diproduksi di sana. Pada tahun 1795, ia menjadi profesor biola di Conservatoire de Paris bersama dengan Pierre Rode dan Pierre Baillot. Mereka bertiga menulis Méthode du violon, sebuah buku teks biola yang menjadi dasar sekolah biola Prancis.

Pada tahun 1798, ia bertemu dengan Beethoven di Wina, yang mengagumi permainannya di atas pemain biola lainnya. Beethoven awalnya mendedikasikan sonata biolanya yang kesembilan, Opus 47, kepada George Bridgetower, pemain biola pada pertunjukan pertamanya, tetapi setelah bertengkar ia merevisi dedikasinya untuk Kreutzer. Namun, Kreutzer tampaknya tidak pernah memainkan karya tersebut di depan umum.

Pada tahun 1810, karier solonya terhenti karena kecelakaan kereta kuda. Ia tetap mengajar dan mengarang hingga kematiannya pada tahun 1831 di Jenewa. Ia dimakamkan di Paris di Père Lachaise Cemetery .

Gaya dan Kontribusi

Kreutzer dikenal sebagai seorang komposer dan pemain biola yang berbakat. Ia menulis sekitar empat puluh opera, yang beberapa di antaranya sangat populer, seperti La mort d’Abel (1810) dan Astyanax (1815). Ia juga menulis sembilan belas concerto untuk biola dan banyak karya kamar untuk biola solo atau dengan basso continuo (biasanya cembalo atau orgel). Karya-karyanya termasuk sonata, duo, trio, quartet, dll. Ia juga menulis empat puluh études ou caprices (1796) yang merupakan studi pedagogis yang mendasar untuk biola. Karya-karyanya menunjukkan pengaruh gaya Prancis dan Italia, serta Mozart dan Beethoven.

Karya Terkenal

Beberapa karya terkenal Kreutzer adalah:

  • Opus 8 – 6 sonatas for violin (1799), enam sonata untuk biola solo atau dengan basso continuo.
  • Opus 16 – 19 violin concertos (1805-1810), sembilan belas concerto untuk biola dan orkestra.
  • Opus 20 – 40 études ou caprices (1796), empat puluh studi atau caprice untuk biola solo.
  • Opus 21 – 3 duos concertants for violin and cello (1807), tiga duo konser untuk biola dan cello.
  • Opus 24 – 6 trios for violin and cello (1808), enam trio untuk biola dan cello.
  • La mort d’Abel (1810), opera tragis dalam tiga babak.

Kreutzer meninggalkan warisan musik yang besar dan berpengaruh bagi generasi komposer dan pemain biola selanjutnya .

Analisis Musik Kreutzer

Musik Kreutzer memiliki beberapa karakteristik yang khas dan menarik, antara lain:

  1. Ia menggunakan bentuk sonata, yaitu bentuk musik kamar yang menampilkan instrumen solo (biasanya biola) dengan basso continuo (biasanya cembalo atau orgel). Ia menulis sonata untuk biola solo atau dengan basso continuo. Ia menggunakan struktur sonata yang bervariasi, tetapi umumnya terdiri dari empat bagian: bagian pertama cepat dan kontras (allegro), bagian kedua lambat dan ekspresif (adagio), bagian ketiga cepat dan riang (gavotta atau menuet), dan bagian keempat cepat dan energik (giga atau presto).
  2. Ia menggunakan gaya Prancis dan Italia dalam sonata-nya. Ia menggabungkan kehalusan dan keanggunan gaya Prancis dengan kecemerlangan dan keberanian gaya Italia. Ia menggunakan ornamentasi yang kaya dan bervariasi, seperti trill, mordent, appoggiatura, gruppetto, turn, slide, dll. Ia juga menggunakan teknik-teknik virtuoso seperti arpeggio, skala, double stop, triple stop, quadruple stop, scordatura, col legno, tremolo, sul ponticello, sul tasto, flautando, harmonics, dll.
  3. Ia menggunakan harmoni yang kaya dan melodis dalam sonata-nya. Ia menggunakan akor-akor dasar seperti tonika (nada dasar), dominan (nada kelima), subdominan (nada keempat), serta akor-akor lanjutan seperti mediant (nada ketiga), submediant (nada keenam), supertonik (nada kedua), subtonic (nada ketujuh), dan akor-akor kromatik (akor-akor dengan nada-nada setengah nada). Ia juga menggunakan modulasi (perubahan kunci) untuk menciptakan efek kontras dan variasi dalam musiknya. Ia sering menggunakan modulasi ke kunci yang berdekatan, seperti kunci relatif (kunci dengan nada dasar yang berbeda tetapi dengan nada-nada yang sama), kunci paralel (kunci dengan nada dasar yang sama tetapi dengan nada-nada yang berbeda), atau kunci dominan (kunci dengan nada dasar yang sama dengan nada kelima kunci sebelumnya). Ia juga menggunakan modulasi ke kunci yang jauh, seperti kunci enharmonik (kunci dengan nada dasar yang berbeda tetapi dengan frekuensi yang sama), kunci kromatik (kunci dengan nada dasar yang berbeda satu setengah nada dari kunci sebelumnya), atau kunci tersier (kunci dengan nada dasar yang berbeda tiga nada dari kunci sebelumnya).
  4. Ia menggunakan program musik dalam beberapa opera-nya, yaitu musik yang menggambarkan suatu cerita, suasana, atau gambaran. Ia menggunakan teknik seperti onomatope (menirukan suara alam atau binatang), simbolisme (menggunakan suatu elemen musik untuk melambangkan suatu makna), deskripsi (menggunakan suatu elemen musik untuk menggambarkan suatu adegan atau karakter), atau ekspresi

Violin Pierre Gavinies

Pierre Gaviniès adalah seorang komposer dan pemain violin dari Prancis yang lahir pada tanggal 11 Mei 1728 di Bordeaux. Ia adalah salah satu pemain violin terkemuka di abad ke-18 dan dikenal karena karya-karyanya yang sulit dan menarik. Ia juga menulis buku studi biola yang berjudul Les Vingt-quatre matinées (Dua Puluh Empat Pagi) pada tahun 1794, yang menjadi salah satu karya referensi bagi para pemain biola.

Kehidupan dan Karier

Gaviniès lahir di Bordeaux sebagai putra dari seorang luthier (pembuat alat musik gesek). Ia dibawa oleh ayahnya ke Paris pada tahun 1734. Pada usia 13 tahun, ia membuat debutnya di Concert Spirituel di Les Tuileries memainkan sonata untuk dua biola karya Jean-Marie Leclair. ³ Sekitar tahun 1753 ia menerima hukuman penjara sebagai akibat dari perselingkuhan dengan seorang Nyonya. Pada tahun 1762, ia mencapai puncak kariernya. Giovanni Battista Viotti menggambarkannya sebagai Tartini Prancis, sebuah pujian yang luar biasa. Jean Godefroy Eckhard, Leduc L’Ainé, Rodolphe Kreutzer, dan Romain de Brasseure mendedikasikan karya-karya mereka kepadanya. Pemain cello Martin Berteau menamai sebuah sonata \”La Gavinies\”. Karya-karyanya yang paling penting adalah Les Vingt-quatre matinées yang diterbitkan pada tahun 1794, sebuah kompilasi studi biola yang mencakup bagian-bagian yang sangat kompleks dengan tujuan utama mengembangkan kemampuan membungkuk. Gaviniès mengajar biola di Conservatoire de Paris dari tahun 1795 hingga kematiannya. Salah satu muridnya adalah Antoine-Laurent Baudron. ¹²

Gaya dan Kontribusi

Gaviniès dikenal sebagai seorang komposer dan pemain biola yang berbakat. Ia menulis banyak karya musik untuk biola solo atau dengan basso continuo (biasanya cembalo atau orgel). Karya-karyanya termasuk sonata, concerto grosso, divertimento, serenata, cassation, dll. Ia juga menulis beberapa karya teori musik, terutama Les Vingt-quatre matinées (Dua Puluh Empat Pagi) pada tahun 1794, yang membahas berbagai aspek penampilan musik Barok, seperti teknik bermain biola, ornamentasi, harmoni, modulasi, improvisasi, akompanimen, dll. Karya-karyanya tetap menjadi referensi penting bagi para peneliti dan pemain musik Barok.

Karya Terkenal

Beberapa karya terkenal Gaviniès adalah:

  • Opus 1 – 6 sonatas for violin (1760), enam sonata untuk biola solo atau dengan basso continuo.
  • Opus 3 – 6 sonatas for violin (1764), enam sonata untuk biola solo atau dengan basso continuo.
  • Opus 4 – 6 sonatas for violin (1764), enam sonata untuk biola solo atau dengan basso continuo.
  • Opus 5 – 6 sonates for violin (1774), enam sonata untuk biola solo atau dengan basso continuo.
  • Les Vingt-quatre matinées (1794), dua puluh empat studi biola untuk biola solo.
  • Concerto grosso No.1 in D major (1760), concerto grosso untuk biola solo dan orkestra gesek.

Gaviniès meninggalkan warisan musik yang besar dan berpengaruh bagi generasi komposer dan pemain biola selanjutnya .

Analisis Musik Gaviniès

Musik Gaviniès memiliki beberapa karakteristik yang khas dan menarik, antara lain:

  1. Ia menggunakan bentuk sonata, yaitu bentuk musik kamar yang menampilkan instrumen solo (biasanya biola) dengan basso continuo (biasanya cembalo atau orgel). Ia menulis sonata untuk biola solo atau dengan basso continuo. Ia menggunakan struktur sonata yang bervariasi, tetapi umumnya terdiri dari empat bagian: bagian pertama cepat dan kontras (allegro), bagian kedua lambat dan ekspresif (adagio), bagian ketiga cepat dan riang (gavotta atau menuet), dan bagian keempat cepat dan energik (giga atau presto).
  2. Ia menggunakan gaya Prancis dan Italia dalam sonata-nya. Ia menggabungkan kehalusan dan keanggunan gaya Prancis dengan kecemerlangan dan keberanian gaya Italia. Ia menggunakan ornamentasi yang kaya dan bervariasi, seperti trill, mordent, appoggiatura, gruppetto, turn, slide, dll. Ia juga menggunakan teknik-teknik virtuoso seperti arpeggio, skala, double stop, triple stop, quadruple stop, scordatura, col legno, tremolo, sul ponticello, sul tasto, flautando, harmonics, dll.
  3. Ia menggunakan harmoni yang kaya dan melodis dalam sonata-nya. Ia menggunakan akor-akor dasar seperti tonika (nada dasar), dominan (nada kelima), subdominan (nada keempat), serta akor-akor lanjutan seperti mediant (nada ketiga), submediant (nada keenam), supertonik (nada kedua), subtonic (nada ketujuh), dan akor-akor kromatik (akor-akor dengan nada-nada setengah nada). Ia juga menggunakan modulasi (perubahan kunci) untuk menciptakan efek kontras dan variasi dalam musiknya. Ia sering menggunakan modulasi ke kunci yang berdekatan, seperti kunci relatif (kunci dengan nada dasar yang berbeda tetapi dengan nada-nada yang sama), kunci paralel (kunci dengan nada dasar yang sama tetapi dengan nada-nada yang berbeda), atau kunci dominan (kunci dengan nada dasar yang sama dengan nada kelima kunci sebelumnya). Ia juga menggunakan modulasi ke kunci yang jauh, seperti kunci enharmonik (kunci dengan nada dasar yang berbeda tetapi dengan frekuensi yang sama), kunci kromatik (kunci dengan nada dasar yang berbeda satu setengah nada dari kunci sebelumnya), atau kunci tersier (kunci dengan nada dasar yang berbeda tiga nada dari kunci sebelumnya).
  4. Ia menggunakan program musik dalam beberapa concerto grosso-nya, yaitu musik yang menggambarkan suatu cerita, suasana, atau gambaran. Ia menggunakan teknik seperti onomatope (menirukan suara alam atau binatang), simbolisme (menggunakan suatu elemen musik untuk melambangkan suatu makna), deskripsi (menggunakan suatu elemen musik untuk menggambarkan suatu adegan atau karakter), atau ekspresi

Violin Leopold Mozart

Leopold Mozart adalah seorang komposer, pemain violin, dan teoris dari Jerman yang lahir pada tanggal 14 November 1719 di Augsburg. Ia terkenal hari ini sebagai ayah dan guru dari Wolfgang Amadeus Mozart, salah satu komposer terbesar dalam sejarah musik. Ia juga menulis buku teks biola yang berjudul Versuch einer gründlichen Violinschule (Sebuah Traktat tentang Prinsip-Prinsip Dasar Bermain Biola) pada tahun 1756, yang lama menjadi teks standar dan banyak dicetak ulang dan diterjemahkan.

Kehidupan dan Karier

Leopold Mozart lahir di Augsburg, putra dari Johann Georg Mozart (1679-1736), seorang penjilid buku, dan istrinya yang kedua Anna Maria Sulzer (1696-1766). ³ Sejak usia muda ia bernyanyi sebagai anak paduan suara. Ia bersekolah di sebuah sekolah Jesuit lokal, St. Salvator, di mana ia belajar logika, ilmu pengetahuan, dan teologi, lulus dengan pujian pada tahun 1735. Ia melanjutkan studinya di St. Salvator Lyzeum. Ketika menjadi mahasiswa di Augsburg, ia tampil dalam produksi teater mahasiswa sebagai aktor dan penyanyi, dan menjadi pemain biola dan organis yang terampil. Ia juga mengembangkan minat, yang ia pertahankan, pada mikroskop dan teleskop. [n 1] Meskipun orang tuanya telah merencanakan karier untuk Leopold sebagai seorang imam Katolik, ini tampaknya bukanlah keinginan Leopold sendiri. Seorang teman sekolah lama memberitahu Wolfgang Amadeus Mozart pada tahun 1777, Ah dia [Leopold] adalah orang hebat. Ayah saya sangat mengaguminya. Dan bagaimana dia menipu para rohaniwan tentang menjadi seorang imam! Ia meninggalkan St.

Salvator Lyzeum setelah kurang dari setahun. Setelah penundaan setahun, ia pindah ke Salzburg untuk melanjutkan pendidikannya, mendaftar pada bulan November 1737 di Universitas Benediktin (sekarang Universitas Salzburg) untuk belajar filsafat dan yurisprudensi. Pada saat itu Salzburg adalah ibu kota dari sebuah negara merdeka dalam Kekaisaran Romawi Suci (Keuskupan Agung Salzburg), sekarang bagian dari Austria. Kecuali untuk periode-periode perjalanan, Leopold menghabiskan sisa hidupnya di sana. Leopold menerima gelar Sarjana Filsafat pada tahun 1738. Namun, pada bulan September 1739 ia dikeluarkan dari universitas karena jarang hadir, \”hampir tidak pernah menghadiri Ilmu Alam lebih dari sekali atau dua kali.

Pada tahun 1740, Mozart memulai karier profesionalnya sebagai musisi, menjadi pemain biola dan pelayan salah satu kanon universitas, Johann Baptist, Count of Thurn-Valsassina and Taxis. Ini juga merupakan tahun penerbitan musik pertamanya, enam Trio Sonatas , Opus 1 . Ini berjudul Sonate sei da chiesa e da camera ; Leopold melakukan pekerjaan pengukiran tembaga sendiri . Ia terus berkarya , menghasilkan serangkaian kantata Passion Jerman .  Pada tahun 1747 ia menikah dengan Anna Maria Pertl , yang melahirkannya tujuh anak , meskipun hanya dua dari mereka yang bertahan melewati masa bayi :

  • Maria Anna Walburga Ignatia (Nannerl) (30 Juli 1751 – 29 Oktober 1829)
  • Johann Karl Amadeus (4 November 1752 – 2 Februari 1753)
  • Johann Leopold Joachim (18 Mei 1754 – 15 November 1755)
  • Maria Anna Cordula (18 Juni 1755 – 29 Juni 1755)
  • Maria Anna Nepomucena Walburga (13 Juli 1756 – 22 Juli 1756)
  • Wolfgang Amadeus (27 Januari 1756 – 5 Desember 1791)
  • Johann Thomas Leopold (18 Oktober
  • Johann Thomas Leopold (18 Oktober 1758 – 15 November 1760)

Pada tahun 1763 ia memulai pameran pertama dari banyak pameran yang gemilang dan sangat dipublikasikan dari dua anak berbakatnya: Maria Anna (Nannerl; 1751-1829), seorang pemain cembalo yang ulung, dan si jenius dini Wolfgang Amadeus, yang pada usia enam tahun memainkan karya-karyanya sendiri dan orang lain di beberapa instrumen, mengimprovisasi, dan bermain dengan pandangan komposisi yang sulit dan tidak dikenal. Meskipun sering dikritik karena mengeksploitasi anaknya dan mengkomersialkan bakatnya, Leopold Mozart dengan tulus merasa bahwa itu adalah kewajiban yang diberikan Tuhan kepadanya untuk mengembangkan kemampuan seperti itu dan menunjukkannya kepada dunia. Beberapa korespondensi luas antara ayah dan anak terdapat dalam The Letters of Mozart and His Family (1963), oleh E. Anderson. Hubungan obsesif Leopold Mozart dengan anaknya telah menjadi subjek banyak spekulasi. Hubungannya yang bermasalah dengan keluarga kelahirannya sendiri; jejak (dan hampir tidak baik) cap obsesinya pada kepribadian, pilihan karier, dan musik Wolfgang; dan pengaturan aneh di mana ia berusaha untuk membesarkan cucu perempuannya (juga bernama Leopold), seolah-olah untuk mengganti \”pengkhianatan\” anaknya sendiri, menggabungkan untuk membuat ini menjadi subjek yang sangat gelap. Tentu saja, dalam dekade terakhir Leopold ia banyak melakukan untuk merusak dukungan dan manfaat yang besar yang mengalir kepadanya sebagai akibat dari dedikasinya pada pelatihan awal Wolfgang.

Gaya dan Kontribusi

Leopold Mozart dikenal sebagai seorang komposer, pemain biola, dan teoris. Ia menulis banyak karya musik untuk berbagai instrumen, genre, dan kesempatan. Karya-karyanya termasuk concerto untuk biola, trompet, horn, oboe, fagot, harpsichord, dll.; simfoni; sonata untuk biola solo atau dua biola dengan basso continuo; sonata untuk flauto traversiere solo atau dua flauto traversiere dengan basso continuo; kantata Passion Jerman; divertimento; serenata; cassation; dll. Ia juga menulis beberapa karya teori musik, terutama Versuch einer gründlichen Violinschule (Sebuah Traktat tentang Prinsip-Prinsip Dasar Bermain Biola) pada tahun 1756, yang membahas berbagai aspek penampilan musik Barok, seperti teknik bermain biola, ornamentasi, harmoni, modulasi, improvisasi, akompanimen, dll. Karya-karyanya tetap menjadi referensi penting bagi para peneliti dan pemain musik Barok.

Karya Terkenal

Beberapa karya terkenal Leopold Mozart adalah:

  • Versuch einer gründlichen Violinschule (Sebuah Traktat tentang Prinsip-Prinsip Dasar Bermain Biola) (1756), buku teks biola.
  • Concerto for Trumpet and Orchestra in D major (1762), concerto untuk trompet dan orkestra.
  • Sinfonia da camera in D major (1760), simfoni untuk orkestra gesek dengan dua horn.
  • Sonata for Violin Solo or Two Violins with Basso Continuo or Cembalo (Orgel), Opus 1 (1740), sonata untuk biola solo atau dua biola dengan basso continuo.
  • Sonata for Flauto Traversiere Solo or Two Flauto Traversiere with Basso Continuo or Cembalo (Orgel), Opus 2 (1741), sonata untuk flauto traversiere solo atau dua flauto traversiere dengan basso continuo.
  • Die Bauernhochzeit (The Peasant Wedding) (1766), divertimento untuk orkestra gesek dengan alat musik rakyat.

Leopold Mozart meninggalkan warisan musik yang besar dan berpengaruh bagi generasi komposer dan pemain biola selanjutnya.

Violin Jean-Marie Leclair

Jean-Marie Leclair adalah seorang komposer dan pemain violin dari era Barok yang lahir pada tanggal 10 Mei 1697 di Lyon, Prancis. Ia dianggap sebagai pendiri sekolah biola Prancis. Saudara-saudaranya, yang kurang dikenal, Jean-Marie Leclair yang muda (1703-1777), Pierre Leclair (1709-1784), dan Jean-Benoît Leclair (1714-setelah 1759), juga adalah musisi.

Kehidupan dan Karier

Leclair lahir di Lyon dalam sebuah keluarga musisi. Ayahnya, François Leclair, adalah seorang pembuat renda yang juga bermain biola. Ia belajar biola dari ayahnya dan kemudian dari Giovani Battista Somis di Turin. Ia juga belajar menari dan menjadi penari utama dan guru balet di Turin pada tahun 1722. Ia menikah dengan Marie-Rose Casthanie, seorang penari, pada tahun 1723.

Leclair pindah ke Paris pada tahun 1728 dan memulai karier cemerlang sebagai pemain biola dan komposer. Ia menerbitkan karya-karyanya yang terkenal karena kesulitan teknisnya dan diakui sebagai setara dengan Corelli. Ia memainkan concerto biolanya untuk istana George I, dengan Handel di keyboard. Ia juga bermain di Concert Spirituel, seri konser semi-publik utama di Paris. Ia menulis banyak sonata untuk biola dan basso continuo, serta beberapa concerto grosso untuk biola dan orkestra gesek.

Pada tahun 1733, ia menikah untuk kedua kalinya dengan Louise Roussel, seorang pengukir yang menyiapkan karya-karyanya untuk dicetak mulai dari Opus 2. Pada tahun 1736, ia menjadi musisi kamar kerajaan dan mengunjungi beberapa istana pangeran. Pada tahun 1743, ia menulis satu-satunya opera-nya, Scylla et Glaucus, yang pertama kali dipentaskan pada tahun 1746 dan telah dibangkitkan kembali di zaman modern. Dari tahun 1740 hingga kematiannya di Paris, ia melayani Adipati Gramont, di teater pribadinya di Puteaux dimana dipentaskan karya-karya yang diketahui Leclair berkontribusi. Mereka termasuk, khususnya, sebuah divertissement panjang untuk komedi Les danger des épreuves (1749) dan satu entri lengkap, Apollon et Climène , untuk opéra-ballet oleh berbagai penulis , Les amusemens lyriques (1750).

Gaya dan Kontribusi

Leclair dikenal sebagai salah satu komposer dan pemain biola terbesar dari era Barok . Ia berhasil menggabungkan gaya nasional Eropa yang berbeda . Banyak sonata , concerto , dan concerto grosso yang masih ada bersama dengan opera-nya , sementara beberapa karya vokal , balet , dan musik panggung lainnya hilang . Pembunuhan Jean-Marie Leclair (1697–1764) – Sonata Op.2 , No . 3 in C-Major from Second Livre de Sonates pour le Violon et pour le Flute Traversiere avec le Basse Continuo (1730) Performed by New Comma Baroque Problems playing this file? See media help . Pada tahun 1758 , setelah putusnya pernikahan keduanya , Leclair membeli sebuah rumah kecil di lingkungan Paris yang berbahaya di bagian utara Marais dekat dengan Temple lama , di mana ia ditemukan ditikam sampai mati pada tanggal 23 Oktober 1764 . Meskipun pembunuhan itu tetap menjadi misteri , ada kemungkinan bahwa mantan istrinya mungkin ada di balik itu — motifnya adalah keuntungan finansial — meskipun kecurigaan juga mengarah pada keponakannya , Guillaume-François Vial .

Karya Terkenal

Beberapa karya terkenal Leclair adalah:

  • 12 Sonata untuk Biola Solo atau Dua Biola dengan Basso Continuo atau Cembalo (Orgel), Opus 1 (1723), 12 sonata untuk biola solo atau dua biola dengan basso continuo.
  • 12 Sonata untuk Biola Solo atau Dua Biola dengan Basso Continuo atau Cembalo (Orgel), Opus 2 (1730), 12 sonata untuk biola solo atau dua biola dengan basso continuo.
  • 12 Sonata untuk Biola Solo atau Dua Biola dengan Basso Continuo atau Cembalo (Orgel), Opus 3 (1734), 12 sonata untuk biola solo atau dua biola dengan basso continuo.
  • 12 Concerto Grosso untuk Biola Solo atau Dua Biola Solo atau Dua Flauto Traversiere Solo atau Dua Oboe Solo atau Dua Blockflute Solo atau Dua Recorder Solo atau Dua Violoncello Solo atau Dua Fagotto Solo dengan Orkestra Gesek dengan Basso Continuo atau Cembalo (Orgel), Opus 4 (1737), 12 concerto grosso untuk satu atau dua instrumen solo dengan orkestra gesek.
  • Scylla et Glaucus (1746), opera dalam lima bagian berdasarkan libretto Simon-Joseph Pellegrin.
  • Les amusemens lyriques (1750), opéra-ballet dalam empat entri berdasarkan libretto oleh berbagai penulis.

Leclair meninggalkan warisan musik yang besar dan berpengaruh bagi generasi komposer dan pemain biola selanjutnya .

Analisis Musik Leclair

Musik Leclair memiliki beberapa karakteristik yang khas dan menarik, antara lain:

  1. Ia menggunakan bentuk sonata, yaitu bentuk musik kamar yang menampilkan instrumen solo (biasanya biola) dengan basso continuo (biasanya cembalo atau orgel). Ia menulis sonata untuk biola solo atau dua biola dengan basso continuo. Ia juga menulis sonata untuk flauto traversiere (suling) solo atau dua flauto traversiere dengan basso continuo. Ia menggunakan struktur sonata yang bervariasi, tetapi umumnya terdiri dari empat bagian: bagian pertama cepat dan kontras (allegro), bagian kedua lambat dan ekspresif (adagio), bagian ketiga cepat dan riang (gavotta atau menuet), dan bagian keempat cepat dan energik (giga atau presto).
  2. Ia menggunakan gaya Prancis dan Italia dalam sonata-nya. Ia menggabungkan kehalusan dan keanggunan gaya Prancis dengan kecemerlangan dan keberanian gaya Italia. Ia menggunakan ornamentasi yang kaya dan bervariasi, seperti trill, mordent, appoggiatura, gruppetto, turn, slide, dll. Ia juga menggunakan teknik-teknik virtuoso seperti arpeggio, skala, double stop, triple stop, quadruple stop, scordatura, col legno, tremolo, sul ponticello, sul tasto, flautando, harmonics, dll.
  3. Ia menggunakan harmoni yang kaya dan melodis dalam sonata-nya. Ia menggunakan akor-akor dasar seperti tonika (nada dasar), dominan (nada kelima), subdominan (nada keempat), serta akor-akor lanjutan seperti mediant (nada ketiga), submediant (nada keenam), supertonik (nada kedua), subtonic (nada ketujuh), dan akor-akor kromatik (akor-akor dengan nada-nada setengah nada). Ia juga menggunakan modulasi (perubahan kunci) untuk menciptakan efek kontras dan variasi dalam musiknya. Ia sering menggunakan modulasi ke kunci yang berdekatan, seperti kunci relatif (kunci dengan nada dasar yang berbeda tetapi dengan nada-nada yang sama), kunci paralel (kunci dengan nada dasar yang sama tetapi dengan nada-nada yang berbeda), atau kunci dominan (kunci dengan nada dasar yang sama dengan nada kelima kunci sebelumnya). Ia juga menggunakan modulasi ke kunci yang jauh, seperti kunci enharmonik (kunci dengan nada dasar yang berbeda tetapi dengan frekuensi yang sama), kunci kromatik (kunci dengan nada dasar yang berbeda satu setengah nada dari kunci sebelumnya), atau kunci tersier (kunci dengan nada dasar yang berbeda tiga nada dari kunci sebelumnya).
  4. Ia menggunakan program musik dalam beberapa concerto grosso-nya, yaitu musik yang menggambarkan suatu cerita, suasana, atau gambaran. Ia menggunakan teknik seperti onomatope (menirukan suara alam atau binatang), simbolisme (menggunakan suatu elemen musik untuk melambangkan suatu makna), deskripsi (menggunakan suatu elemen musik untuk menggambarkan suatu adegan atau karakter), atau ekspresi

Violin Francesco Geminiani

Francesco Geminiani adalah seorang komposer, pemain violin, guru, penulis tentang penampilan musik, dan tokoh penting dalam musik awal abad ke-18. Ia lahir pada tanggal 5 Desember 1687 di Lucca, Toskana (sekarang Italia). Ia belajar biola dari Alessandro Scarlatti dan Arcangelo Corelli. Ia menetapkan reputasinya sebagai pemain biola yang cemerlang di Inggris, di mana ia menerbitkan karya-karyanya yang terkenal karena kesulitan teknisnya dan diakui sebagai setara dengan Corelli. Ia juga menulis karya-karya teori musik, terutama The Art of Playing on the Violin (1751), yang berpengaruh besar dan tetap menjadi referensi penting tentang penampilan musik Barok akhir.

Kehidupan dan Karier

Geminiani lahir di Lucca dalam sebuah keluarga musisi. Ayahnya, Francesco Saverio Geminiani, adalah seorang pemain biola profesional yang bekerja di Cappella Palatina di Lucca. Ia mengajari Francesco bermain biola dan kemudian menggantikan posisinya di Cappella Palatina pada tahun 1707. Pada tahun 1711, ia menjadi pemimpin orkestra opera di Napoli, yang memberinya banyak kesempatan untuk berhubungan dengan Alessandro Scarlatti. Setelah kembali sebentar ke Lucca pada tahun 1714, ia berangkat ke London bersama Francesco Barsanti, di mana ia tiba dengan reputasi sebagai seorang virtuoso biola, dan segera menarik perhatian dan pelindung, termasuk William Capel, Earl of Essex ketiga, yang tetap menjadi pelindung setia. Pada tahun 1715 Geminiani memainkan concerto biolanya untuk istana George I, dengan Handel di keyboard. Pada pertengahan 1720-an ia menjadi anggota Freemason di London, terutama sebagai anggota terkemuka dari perkumpulan Philo-Musicae et Architecturae Societas (1725-1727) di Queen’s Head Tavern di Fleet Street. ¹² Ia tampaknya mempertahankan hubungan Freemasonnya setelah itu. ³

Geminiani mencari nafkah dengan mengajar dan menulis musik, dan mencoba mengimbangi gairahnya untuk mengoleksi dengan berbisnis seni, tidak selalu berhasil. Banyak murid-muridnya yang berhasil dalam karier mereka, seperti Charles Avison, Matthew Dubourg, Michael Christian Festing, Bernhard Joachim Hagen dan Cecilia Young. Lihat: Daftar murid musik menurut guru: G sampai J#Francesco Geminiani . Setelah mengunjungi Paris dan tinggal di sana untuk beberapa waktu, ia kembali ke Inggris pada tahun 1755. Pada tahun 1761, pada salah satu kunjungannya ke Dublin, seorang pelayan merampoknya dari sebuah naskah musik yang telah ia kerjakan dengan banyak waktu dan tenaga . Kesedihannya atas kehilangan ini dikatakan telah mempercepat kematiannya . Ia meninggal dan dimakamkan di Dublin , tetapi jenazahnya kemudian dikuburkan kembali di kota kelahirannya , di gereja San Francesco , Lucca . Ia tampaknya menjadi pemain biola kelas satu . Tartini dilaporkan menyebutnya Il Furibondo , si Gila , karena ritme ekspresifnya .

Gaya dan Kontribusi

Karya-karya Geminiani yang paling dikenal adalah tiga set concerto grossi; Opus 2 (1732), Opus 3 (1733) dan Opus 7 (1746) (ada 42 concerto secara keseluruhan) yang memperkenalkan viola sebagai anggota dari kelompok concertino dari solois , menjadikannya pada dasarnya concerto untuk kuartet gesek . Karya-karyanya ini didasarkan pada sonata-sonata Corelli , tetapi diperluas dan dimodifikasi untuk menyesuaikan dengan gaya Barok akhir . Ia juga menulis sonata-sonata untuk biola solo atau trio biola dengan basso continuo , serta beberapa karya teori musik , seperti The Art of Playing on the Violin (1751), A Treatise of Good Taste in the Art of Musick (1749), Rules for Playing in a True Taste (1748), Guida armonica (1752), The Art of Accompaniment on the Harpsichord , Organ , etc . (1754), and A General Instruction for the Violin (1751). Karya-karya teorinya membahas berbagai aspek penampilan musik Barok , seperti teknik bermain biola , ornamentasi , harmoni , modulasi , improvisasi , akompanimen , dll . Karya-karyanya tetap menjadi referensi penting bagi para peneliti dan pemain musik Barok akhir . [ ^1 ^ ] [ ^2 ^ ]

Karya Terkenal

Beberapa karya terkenal Geminiani adalah:

  • 12 Sonata untuk Biola Solo atau Dua Biola dengan Basso Continuo atau Cembalo (Orgel), Opus 1 (1716), 12 sonata untuk biola solo atau dua biola dengan basso continuo.
  • 12 Concerto Grosso untuk Dua Biola Solo atau Dua Flauto Traversiere Solo atau Dua Oboe Solo atau Dua Blockflute Solo atau Dua Recorder Solo atau Dua Violoncello Solo atau Dua Fagotto Solo dengan Orkestra Gesek dengan Basso Continuo atau Cembalo (Orgel), Opus 2 (1732), 12 concerto grosso untuk dua instrumen solo dengan orkestra gesek.
  • 12 Concerto Grosso untuk Dua Biola Solo atau Dua Flauto Traversiere Solo atau Dua Oboe Solo atau Dua Blockflute Solo atau Dua Recorder Solo atau Dua Violoncello Solo atau Dua Fagotto Solo dengan Orkestra Gesek dengan Basso Continuo atau Cembalo (Orgel), Opus 3 (1733), 12 concerto grosso untuk dua instrumen solo dengan orkestra gesek.
  • 6 Concerto Grosso untuk Empat Biola Solo atau Empat Flauto Traversiere Solo atau Empat Oboe Solo atau Empat Blockflute Solo atau Empat Recorder Solo atau Empat Violoncello Solo atau Empat Fagotto Solo dengan Orkestra Gesek dengan Basso Continuo atau Cembalo (Orgel), Opus 7 (1746), 6 concerto grosso untuk empat instrumen solo dengan orkestra gesek.
  • The Art of Playing on the Violin (1751), buku teori musik tentang teknik bermain biola.
  • A Treatise of Good Taste in the Art of Musick (1749), buku teori musik tentang ornamentasi.
  • Rules for Playing in a True Taste (1748), buku teori musik tentang harmoni.

Geminiani meninggalkan warisan musik yang besar dan berpengaruh bagi generasi komposer dan pemain biola selanjutnya .

Analisis Musik Geminiani

Musik Geminiani memiliki beberapa karakteristik yang khas dan menarik, antara lain:

  1. Ia menggunakan bentuk concerto grosso, yaitu bentuk musik orkestra yang menampilkan kelompok instrumen solo (concertino) yang berdialog dengan orkestra besar (ripieno). Ia menulis concerto grosso untuk berbagai kombinasi instrumen solo, mulai dari dua hingga empat instrumen. Ia juga menulis concerto grosso untuk instrumen-instrumen yang tidak biasa, seperti blockflute, recorder, fagotto, dan violino in tromba marina.
  2. Ia menggunakan karya-karya Corelli sebagai dasar untuk concerto grosso-nya, tetapi ia memperluas dan memodifikasi mereka untuk menyesuaikan dengan gaya Barok akhir. Ia menambahkan bagian-bagian baru, mengubah urutan bagian-bagian, memperpanjang atau memendekkan bagian-bagian, mengubah nada atau kunci, dan menambahkan ornamentasi atau variasi. Ia juga menggunakan teknik-teknik baru seperti scordatura (menyetel senar dengan cara tidak biasa) dan col legno (memukul senar dengan kayu busur).
  3. Ia menggunakan harmoni yang kaya dan melodis dalam concerto grosso-nya. Ia menggunakan akor-akor dasar seperti tonika (nada dasar), dominan (nada kelima), subdominan (nada keempat), serta akor-akor lanjutan seperti mediant (nada ketiga), submediant (nada keenam), supertonik (nada kedua), subtonic (nada ketujuh), dan akor-akor kromatik (akor-akor dengan nada-nada setengah nada). Ia juga menggunakan modulasi (perubahan kunci) untuk menciptakan efek kontras dan variasi dalam musiknya. Ia sering menggunakan modulasi ke kunci yang berdekatan, seperti kunci relatif (kunci dengan nada dasar yang berbeda tetapi dengan nada-nada yang sama), kunci paralel (kunci dengan nada dasar yang sama tetapi dengan nada-nada yang berbeda), atau kunci dominan (kunci dengan nada dasar yang sama dengan nada kelima kunci sebelumnya). Ia juga menggunakan modulasi ke kunci yang jauh, seperti kunci enharmonik (kunci dengan nada dasar yang berbeda tetapi dengan frekuensi yang sama), kunci kromatik (kunci dengan nada dasar yang berbeda satu setengah nada dari kunci sebelumnya), atau kunci tersier (kunci dengan nada dasar yang berbeda tiga nada dari kunci sebelumnya).
  4. Ia menggunakan teknik virtuoso dalam bagian solois, yaitu teknik bermain yang menuntut keahlian tinggi dan menunjukkan kemampuan pemain. Ia menggunakan teknik seperti arpeggio (memainkan akor secara bergantian), skala (memainkan nada secara berurutan), trill (memainkan dua nada secara cepat bergantian), mordent (memainkan tiga nada secara cepat), appoggiatura (memainkan nada asing sebelum nada harmonis), glissando (memainkan nada secara meluncur), pizzicato (menyentuh senar dengan jari), bariolage (mengganti senar dengan cepat), double stop (memainkan dua senar sekaligus), triple stop (memainkan tiga senar sekaligus), quadruple stop (memainkan empat senar sekaligus), scordatura (menyetel senar dengan cara tidak biasa), col legno (memukul senar dengan kayu busur), tremolo (memainkan nada secara bergetar), sul ponticello (memainkan senar dekat jembatan), sul tasto (memainkan senar dekat leher), flautando (memainkan senar dengan lembut), harmonics (memainkan nada dengan getaran tinggi).
  5. Ia menggunakan program musik dalam beberapa sonata-nya, yaitu musik yang menggambarkan suatu cerita, suasana, atau gambaran. Ia menggunakan teknik seperti onomatope (menirukan suara alam atau binatang), simbolisme (menggunakan suatu elemen musik untuk melambangkan suatu makna), deskripsi (menggunakan suatu elemen musik untuk menggambarkan suatu adegan atau karakter), atau ekspresi

Violin Antonio Vivaldi

Antonio Vivaldi adalah seorang komposer dan pemain violin dari era Barok yang lahir pada tanggal 4 Maret 1678 di Venesia, yang saat itu merupakan ibu kota Republik Venesia (sekarang Italia). Ia terkenal karena pengaruhnya yang menentukan pada bentuk concerto dan gaya musik instrumental Barok akhir. ¹² Ia juga dikenal sebagai “Il Prete Rosso” (Imam Merah) karena rambut merahnya dan statusnya sebagai imam Katolik. Ia menciptakan banyak concerto untuk biola dan berbagai instrumen lainnya, serta karya-karya koral sakral dan lebih dari lima puluh opera. Karyanya yang paling terkenal adalah serangkaian concerto untuk biola yang dikenal sebagai Empat Musim. Banyak karyanya yang pernah dianggap hilang telah ditemukan kembali – dalam satu kasus sebaru tahun 2006. Musiknya tetap populer di masa kini dan sering dimainkan di seluruh dunia.

Kehidupan dan Karier

Vivaldi lahir di Venesia dalam sebuah keluarga musisi. Ayahnya, Giovanni Battista Vivaldi, adalah seorang pemain biola profesional yang bekerja di Basilika San Marco. Ia mengajari Antonio bermain biola dan kemudian berkeliling Venesia, bermain biola bersama putranya. Antonio mungkin belajar pada usia dini, mengingat pengetahuan musik yang luas yang ia miliki pada usia 24 tahun, ketika ia mulai bekerja di Ospedale della Pietà. ¹²

Ospedale della Pietà adalah sebuah rumah untuk anak-anak yatim piatu, terutama perempuan, yang juga berfungsi sebagai sekolah musik terkenal. Vivaldi dipekerjakan sebagai guru biola dan kemudian menjadi maestro de’ concerti (direktur musik). Ia bertanggung jawab untuk mengajar, mengarang, dan mengarahkan musik untuk ansambel perempuan yang terdiri dari murid-murid ospedale. Banyak karyanya yang ditulis untuk ansambel ini, termasuk concerto, sonata, motet, dan oratorio. Vivaldi juga menulis beberapa opera untuk dinyanyikan oleh murid-murid ospedale di teater-teater Venesia. ¹²

Selain bekerja di ospedale, Vivaldi juga aktif sebagai komposer dan pemain biola di tempat lain. Ia menerbitkan koleksi pertamanya, 12 Trio Sonata untuk Dua Biola dan Basso Continuo, Opus 1, pada tahun 1705. Koleksi ini didedikasikan kepada Annibale Gambara, seorang bangsawan dari Brescia yang menjadi pelindung Vivaldi. Pada tahun 1709, ia menerbitkan koleksi keduanya, 12 Sonata untuk Biola dan Basso Continuo, Opus 2, yang didedikasikan kepada Friedrich IV dari Denmark, seorang pecinta musik Barok Italia. Pada tahun 1711, ia menerbitkan koleksi ketiganya, 12 Concerto untuk Biola Solo dan Orkestra Gesek dengan Basso Continuo atau Cembalo (Orgel), Opus 3, yang dikenal sebagai L’estro armonico (Harmonious Inspiration). Koleksi ini didedikasikan kepada Ferdinand III dari Toskana dan mendapat pujian luas dari para kritikus dan komposer lainnya, termasuk Johann Sebastian Bach yang mengaransemen beberapa concerto dalam koleksi ini untuk organ atau cembalo. ¹²

Vivaldi juga mendapat kesempatan untuk bepergian ke luar Venesia dan menampilkan karyanya di berbagai tempat. Pada tahun 1713-1714, ia tinggal di Mantova sebagai maestro di cappella (kepala musik) dari Pangeran Philip dari Hessen-Darmstadt, gubernur Mantova. Di sana ia menulis beberapa opera dan kantata untuk istana pangeran. Pada tahun 1718-1720, ia tinggal di Roma sebagai tamu Paus Clement XI dan Kardinal Pietro Ottoboni. Di sana ia menampilkan beberapa concerto-nya di hadapan paus dan bangsawan lainnya. Ia juga menulis beberapa opera untuk teater-teater Roma. Pada tahun 1722-1725, ia tinggal di Wina sebagai tamu Kaisar Charles VI yang mengagumi karyanya. Di sana ia menulis beberapa opera lagi dan mungkin bertemu dengan Johann Joseph Fux , komposer Austria terkemuka saat itu . [ ^1 ^ ] [ ^2 ^ ]

Gaya dan Kontribusi

Vivaldi dikenal sebagai salah satu komposer dan pemain biola terbesar dari era Barok . Ia meninggalkan jejak yang menentukan pada bentuk concerto , yaitu bentuk musik orkestra yang menampilkan instrumen solo atau kelompok instrumen solo yang berdialog dengan orkestra . Ia menulis lebih dari 500 concerto , sebagian besar untuk biola , tetapi juga untuk alat musik lainnya seperti flauto , oboe , fagotto , violoncello , mandolino , tromba , viola d’amore , recorder , chalumeau , salmoè , viola all’inglese , liuto , organo , clavicembalo , arpa eolica , e violino in tromba marina . Ia juga menulis concerto ripieno (tanpa solois ) dan concerto grosso (dengan dua atau lebih kelompok instrumen solo ) . [ ^1 ^ ] [ ^2 ^ ]

Concerto – concerto Vivaldi memiliki beberapa karakteristik yang khas dan menarik , antara lain :

  1. Ia menggunakan bentuk tiga bagian dengan urutan cepat – lambat – cepat , yang disebut ritornello . Ritornello adalah tema musik yang berulang – ulang dengan variasi dalam orkestra atau solois . Ia menggunakan ritornello untuk menciptakan struktur , kontras , dan drama dalam musiknya .
  2. Ia menggunakan teknik virtuoso dalam bagian solois , yaitu teknik bermain yang menuntut keahlian tinggi dan menunjukkan kemampuan pemain . Ia menggunakan teknik seperti arpeggio (memainkan akor secara bergantian ) , skala (memainkan nada secara berurutan ) , trill (memainkan dua nada secara cepat bergantian ) , mordent (memainkan tiga nada secara cepat ) , appoggiatura (memainkan nada asing sebelum nada harmonis ) , glissando (memainkan nada secara meluncur ) , pizzicato (menyentuh senar dengan jari ) , bariolage (mengganti senar dengan cepat ) , double stop (memainkan dua senar sekaligus ) , triple stop (memainkan tiga senar sekaligus ) , quadruple stop (memainkan empat senar sekaligus ) , scordatura (menyetel senar dengan cara tidak biasa ) , col legno (memukul senar dengan kayu busur ) , tremolo (memainkan nada secara bergetar ) , sul ponticello (memainkan senar dekat jembatan ) , sul tasto (memainkan senar dekat leher ) , flautando (memainkan senar dengan lembut ) , harmonics (memainkan nada dengan getaran tinggi ) .
  3. Ia menggunakan harmoni yang kaya dan melodis dalam bagian orkestra . Ia menggunakan akor – akor dasar seperti tonika (nada dasar ) , dominan (nada kelima ) , subdominan (nada keempat ) , serta akor – akor lanjutan seperti mediant (nada ketiga ) , submediant (nada keenam ) , supertonik (nada kedua ) , subtonic (nada ketujuh ) . juga menggunakan modulasi (perubahan kunci) untuk menciptakan efek kontras dan variasi dalam musiknya. Ia sering menggunakan modulasi ke kunci yang berdekatan, seperti kunci relatif (kunci dengan nada dasar yang berbeda tetapi dengan nada-nada yang sama), kunci paralel (kunci dengan nada dasar yang sama tetapi dengan nada-nada yang berbeda), atau kunci dominan (kunci dengan nada dasar yang sama dengan nada kelima kunci sebelumnya). Ia juga menggunakan modulasi ke kunci yang jauh, seperti kunci enharmonik (kunci dengan nada dasar yang berbeda tetapi dengan frekuensi yang sama), kunci kromatik (kunci dengan nada dasar yang berbeda satu setengah nada dari kunci sebelumnya), atau kunci tersier (kunci dengan nada dasar yang berbeda tiga nada dari kunci sebelumnya).
  4. Ia menggunakan program musik dalam beberapa concerto-nya, yaitu musik yang menggambarkan suatu cerita, suasana, atau gambaran. Ia menggunakan teknik seperti onomatope (menirukan suara alam atau binatang), simbolisme (menggunakan suatu elemen musik untuk melambangkan suatu makna), deskripsi (menggunakan suatu elemen musik untuk menggambarkan suatu adegan atau karakter), atau ekspresi (menggunakan suatu elemen musik untuk mengekspresikan suatu emosi atau perasaan). Contoh terkenal dari program musik Vivaldi adalah Empat Musim, yang menggambarkan keadaan cuaca dan aktivitas manusia di setiap musim.

Musik Vivaldi dapat dikatakan sebagai musik yang indah, megah, dan dinamis. Ia mencerminkan cita rasa seni Barok yang menghargai keindahan, kemegahan, dan teatrikalitas. Ia juga mencerminkan kepribadian Vivaldi yang menghargai kebebasan, kreativitas, dan tantangan. Musik Vivaldi adalah musik yang menginspirasi banyak komposer dan pemain biola selanjutnya.

Karya Terkenal

Beberapa karya terkenal Vivaldi adalah:

  • 12 Concerto untuk Biola Solo dan Orkestra Gesek dengan Basso Continuo atau Cembalo (Orgel), Opus 3, L’estro armonico (Harmonious Inspiration) (1711), 12 concerto untuk biola solo dan orkestra gesek.
  • 12 Concerto untuk Biola Solo dan Orkestra Gesek dengan Basso Continuo atau Cembalo (Orgel), Opus 4, La stravaganza (The Extravagance) (1712-1713), 12 concerto untuk biola solo dan orkestra gesek.
  • 12 Concerto untuk Biola Solo dan Orkestra Gesek dengan Basso Continuo atau Cembalo (Orgel), Opus 8, Il cimento dell’armonia e dell’inventione (The Contest between Harmony and Invention) (1725), 12 concerto untuk biola solo dan orkestra gesek. Koleksi ini termasuk Empat Musim.
  • 6 Concerto untuk Flauto Traversiere Solo dan Orkestra Gesek dengan Basso Continuo atau Cembalo (Orgel), Opus 10 (1728-1729), 6 concerto untuk suling solo dan orkestra gesek.
  • Gloria in D Major, RV 589 (sekitar 1715), karya koral sakral untuk paduan suara campuran, solis vokal, dan orkestra.
  • L’Olimpiade (1734), opera seria dalam tiga bagian berdasarkan libretto Pietro Metastasio.
  • Juditha triumphans devicta Holofernis barbarie (Judith Triumphant over the Barbarians of Holofernes) , RV 644 (1716), oratorio sakral dalam dua bagian untuk paduan suara perempuan, solis vokal perempuan, dan orkestra.

Vivaldi meninggal pada tanggal 28 Juli 1741 di Wina karena penyakit tidak diketahui . Ia dimakamkan di sebuah kuburan umum di Spitaler Gottesacker . Ia meninggalkan warisan musik yang besar dan berpengaruh bagi generasi komposer dan pemain biola selanjutnya .

Violin Francesco Maria Veracini

Francesco Maria Veracini adalah seorang komposer dan pemain violin dari era Barok yang lahir pada tanggal 1 Februari 1690 di Florence, Italia. Ia terkenal karena keahliannya bermain violin dan sonata-sonata yang ia ciptakan, yang mengandung banyak efek khusus untuk instrumen tersebut. Ia juga menciptakan opera dan lagu-lagu; setidaknya setengah dari karya-karya musik yang diketahui adalah untuk suara. Ia dikenal sebagai orang yang sombong dan eksentrik, bahkan sampai hampir gila.

Kehidupan dan Karier

Veracini lahir di Florence dalam sebuah keluarga musisi dan seniman. Kakeknya adalah salah satu pemain violin utama di kota itu, dan pamannya Antonio juga adalah seorang virtuoso violin dan komposer yang baik. Dialah yang memberikan pelajaran musik pertama kepada Veracini muda, karena ayahnya adalah salah satu dari sedikit anggota keluarga yang tidak bermain violin, bahkan sebagai amatir. Instruktur lain Veracini di Florence termasuk organis di Katedral Florence.

Veracini meninggalkan Florence sebelum Paskah 1711. Pada Natal tahun itu, ia menjadi solis di misa Natal di Basilika San Marco di Venesia tetapi tidak pernah menjadi anggota tetap orkestra kapel. Pada tahun 1714, Veracini pergi ke London dan tampil dalam serangkaian konser amal dan sebagai solis di antara adegan opera. Pada musim panas 1716, ia kembali ke Venesia, di mana ia mendedikasikan satu set dari 12 sonata solo untuk seorang pangeran dari Sachsen di Jerman. Meskipun pangeran itu tahu seorang pemain violin tidak dibutuhkan di pengadilan Dresden, ia membujuk ayahnya untuk mempekerjakan Veracini, yang pergi ke Dresden pada tahun 1717. Ia pindah dari pekerjaan pribadi pangeran ke gaji pengadilan reguler dengan gaji tinggi. Ia tetap di Dresden sampai tahun 1722, ketika pada bulan Agustus tahun itu ia melompat dari jendela lantai tiga. Dikatakan ia melompat dalam keadaan gila yang disebabkan oleh menerapkan dirinya terlalu banyak pada musik dan mempelajari alkimi. Sebuah risalah musik yang ditulis Veracini mengisyaratkan, bagaimanapun, bahwa ada plot terhadap hidupnya yang terinspirasi oleh rasa iri. Setelah meninggalkan Dresden sebelum awal 1723, Veracini kembali ke Florence. Dokumen-dokumen dari waktu ini (1723-33) paling sering menunjukkan dia sebagai komposer dan pemain musik religius, terutama oratorio yang diproduksi oleh perusahaan religius awam. Namun, ia juga menciptakan sebuah misa dan Te Deum dalam perayaan pemilihan pada tahun 1730 dari Paus Cl ent XII asal Florence. Pada musim semi 1733, Veracini pergi ke London lagi, di mana ia bermain begitu sering sehingga seorang komentator waktu itu mengatakan hampir tidak ada konser yang tidak mengandung solo biola olehnya. Ia juga memiliki opera pertamanya disajikan, Adriano in Siria. Dalam pertunjukan itu, Veracini memimpin orkestra selain bermain. Perusahaan opera yang sama memasang opera keduanya, La Clemenza di Tito, pada tahun 1737, serta ketiganya, Partenio, pada tahun 1738. Veracini bepergian kembali ke Florence untuk sementara waktu, tetapi pada awal 1741 sekali lagi berada di London , di mana ia memberikan sebuah konser dari komposisi-komposisinya sendiri, termasuk sebuah koleksi dari 12 duet vokal berjudul Nice e Tirsi. Pada tahun 1744, opera terakhirnya, Rosalinda, sebuah adaptasi Italia dari Shakespeare’s As You Like It , ditampilkan . Tahun yang sama , Veracini menerbitkan sonata-sonatanya terbaik , Sonate accad emiche op .2 .

Gaya dan Kontribusi

Veracini dikenal sebagai salah satu pemain violin terbaik pada masanya. Ia mengembangkan teknik bermain violin yang canggih, ekspresif, dan harmonis. Ia juga menciptakan efek-efek khusus untuk instrumen tersebut, seperti pizzicato (menyentuh senar dengan jari), bariolage (mengganti senar dengan cepat), scordatura (menyetel senar dengan cara tidak biasa), dan double stop (memainkan dua senar sekaligus). Sonata-sonatanya mengandung banyak variasi ritmis dan melodis, serta modulasi harmonis yang menarik.

Selain sonata-sonatanya untuk biola solo atau trio biola dengan basso continuo (biasanya cello atau organ), Veracini juga menciptakan beberapa opera dan lagu-lagu untuk suara solo atau duet dengan akompanimen instrumen. Opera-opera dan lagu-lagunya menunjukkan kemampuannya dalam menulis melodi yang indah dan menyenangkan, serta dalam mengekspresikan emosi dan karakter tokoh-tokohnya. Ia juga menggunakan gaya recitativo (nyanyian deklamasi) dan aria (nyanyian melodi) secara bervariasi dan efektif dalam drama musiknya.

Karya Terkenal

Beberapa karya terkenal Veracini adalah:

  • Sonate a Violino Solo o a Flauto Traversiere Solo col Basso Continuo per il Cembalo o Violone o Arcileuto o Tiorba o simili Strumenti a Piacere del Compositore e dell’Esecutore con il Violoncello per rinforzare il Basso Continuo se piace all’Esecutore e al Compositore stesso che le dedica alla Serenissima Regina di Svezia Cristina Alessandra etc., Opus 1 (1716), 12 sonata solo untuk biola atau suling dengan basso continuo.
  • Sonate Accademiche a Violino o Flauto Solo col Basso Continuo per il Cembalo o Violone o Arcileuto o Tiorba o simili Strumenti a Piacere del Compositore e dell’Esecutore con il Violoncello per rinforzare il Basso Continuo se piace all’Esecutore e al Compositore stesso che le dedica alla Serenissima Regina d’Ungheria e Boemia Maria Teresa etc., Opus 2 (1744), 12 sonata akademik untuk biola atau suling dengan basso continuo.
  • Adriano in Siria (1735), opera seria dalam tiga bagian berdasarkan libretto Pietro Metastasio.
  • La Clemenza di Tito (1737), opera seria dalam tiga bagian berdasarkan libretto Pietro Metastasio.
  • Partenio (1738), opera seria dalam tiga bagian berdasarkan libretto Apostolo Zeno.
  • Rosalinda (1744), opera comica dalam tiga bagian berdasarkan adaptasi Italia dari As You Like It karya Shakespeare.
  • Nice e Tirsi (1741), koleksi 12 duet vokal dengan akompanimen instrumen.

Veracini meninggal pada tanggal 31 Oktober 1768 di Florence karena penyakit usus buntu . Ia dimakamkan di Basilika Santissima Annunziata . Ia meninggalkan warisan musik yang besar dan berpengaruh bagi generasi komposer dan pemain biola selanjutnya .

Analisis Musik Veracini

Musik Veracini memiliki beberapa karakteristik yang khas dan menarik, antara lain:

  1. Ia menggunakan bentuk-bentuk musik yang kompleks dan orisinal, seperti sonata akademik, yang menggabungkan unsur-unsur dari sonata gereja, sonata kamar, dan concerto grosso.
  2. Ia menggunakan tema-tema musik yang panjang dan sulit dihafal, yang kemudian dikembangkan dengan cara-cara yang tidak terduga dan kreatif, seperti melompati senar, mengubah nada, dan memutar balik melodi.
  3. Ia menggunakan harmoni yang mewah dan eksentrik, dengan penggunaan nada-nada diatonis (seluruh nada) dan enharmonis (nada yang sama dengan nama berbeda) yang memberikan efek dramatis dan ironis pada musiknya.
  4. Ia menggunakan polifoni yang rumit dan brilian, dengan penggunaan fuga (seni menggabungkan beberapa melodi secara bertahap) dan kanon (seni menggabungkan beberapa melodi secara berulang) yang menunjukkan keahlian kontrapuntalnya.
  5. Ia menggunakan ritme yang beragam dan energik, dengan penggunaan triplet (tiga ketukan dalam satu ketukan), seskuiplet (enam ketukan dalam satu ketukan), dan dotted rhythm (ritme dengan titik yang memperpanjang atau memendekkan ketukan) yang memberikan dinamika dan fleksibilitas pada musiknya.
  6. Ia menggunakan modulasi (perubahan kunci) untuk menciptakan efek kontras dan variasi dalam musiknya. Ia juga menggunakan cadenza (bagian solo improvisasi) untuk menunjukkan keberanian dan improvisasi pemainnya.

Musik Veracini dapat dikatakan sebagai musik yang berani, inovatif, dan individual. Ia mencerminkan cita rasa seni Barok yang menghargai keindahan, kemegahan, dan teatrikalitas. Ia juga mencerminkan kepribadian eksentriknya yang menghargai kebebasan, kreativitas, dan tantangan. Musik Veracini adalah musik yang menantang tradisi dan konvensi, serta emosi dan akal.

Violin Arcangelo Corelli

Arcangelo Corelli adalah seorang komposer dan pemain violin dari era Barok yang lahir pada tanggal 17 Februari 1653 di Fusignano, dekat Imola, Negara-Negara Kepausan (sekarang Italia). Ia dikenal terutama karena pengaruhnya pada perkembangan gaya bermain violin dan untuk sonatanya dan 12 Concerti Grossi-nya, yang menetapkan concerto grosso sebagai medium komposisi yang populer.

Kehidupan dan Karier

Corelli belajar bermain violin di Bologna dan Roma dengan beberapa guru terkenal, seperti Giovanni Benvenuti dan Leonardo Brugnoli. Pada tahun 1670, ia menjadi anggota Akademi Filarmonik Bologna. Ia kemudian pindah ke Roma dan bermain violin di berbagai gereja dan teater. Ia juga bekerja sebagai direktur musik di beberapa istana bangsawan, seperti Palazzo Pamphili, Palazzo Altieri, dan Palazzo Ruspoli. Ia mendapat perlindungan dari beberapa pelindung seni yang kaya dan berpengaruh, seperti Ratu Christina dari Swedia, Kardinal Benedetto Pamphili, dan Kardinal Pietro Ottoboni.

Corelli mulai menerbitkan karyanya pada tahun 1681 dengan dedikasi kepada Ratu Christina. Karyanya terdiri dari enam koleksi yang diterbitkan selama hidupnya, yaitu lima koleksi sonata trio atau solo dan satu koleksi concerto grosso. Karyanya sangat populer dan banyak dicetak ulang di seluruh Eropa. Karyanya juga mempengaruhi banyak komposer lain, seperti Antonio Vivaldi, Johann Sebastian Bach, Georg Friedrich Händel, dan Henry Purcell.

Gaya dan Kontribusi

Corelli dikenal sebagai salah satu pemain violin terbaik pada masanya. Ia mengembangkan teknik bermain violin yang elegan, ekspresif, dan harmonis. Ia juga menciptakan bentuk sonata da chiesa (sonata gereja) dan sonata da camera (sonata kamar), yang merupakan bentuk musik kamar untuk dua biola dan basso continuo (biasanya cello atau organ). Sonata da chiesa biasanya memiliki empat bagian dengan urutan lambat-cepat-lambat-cepat, sedangkan sonata da camera memiliki lebih banyak bagian yang didasarkan pada tarian populer.

Corelli juga merupakan pencipta concerto grosso, yaitu bentuk musik orkestra yang menampilkan kontras antara kelompok kecil instrumen solo (concertino) dan kelompok besar instrumen (ripieno). Concerto grosso biasanya memiliki tiga bagian dengan urutan cepat-lambat-cepat. Corelli menggunakan concerto grosso untuk menunjukkan kemampuan teknis dan artistik para pemainnya. Ia juga menggunakan harmoni yang kaya dan melodis, serta polifoni yang jelas dan ekspresif.

Corelli juga merupakan salah satu komposer pertama yang sepenuhnya menerapkan sistem tonal baru, yang didasarkan pada hubungan antara nada dasar (tonika) dan nada kelima (dominan). Ia menggunakan sistem ini untuk menciptakan keseimbangan, kesatuan, dan variasi dalam musiknya. Ia juga menggunakan modulasi (perubahan kunci) untuk menciptakan efek dramatis dan kontras.

Karya Terkenal

Beberapa karya terkenal Corelli adalah:

  • Sonate da Chiesa, Opus 1 (1681), 12 sonata gereja untuk dua biola dan basso continuo.
  • Sonate da Camera, Opus 2 (1685), 12 sonata kamar untuk dua biola dan basso continuo.
  • Sonate a Tre, Opus 3 (1689), 12 sonata trio untuk dua biola dan basso continuo.
  • Sonate per Violino e Basso per il Cembalo o Violone o Arcileuto o Tiorba o Chitarrone o simili Strumenti a Piacere del Compositore e dell’Esecutore con il Violoncello per rinforzare il Basso Continuo se piace all’Esecutore e al Compositore stesso che le dedica alla Serenissima Regina di Svezia Cristina Alessandra etc., Opus 5 (1700), 12 sonata solo untuk biola dan basso continuo.
  • Concerti Grossi con Due Violini e Violoncello di Concertino Obligati e Due Altri Violini Viola e Basso di Concerto Grosso ad Arbitrio Che Si Potranno Omettere Nell’Esecuzione Se Si Vuole Opera Sesta Dedicati All’Altezza Serenissima Di Cosimo III Gran Duca Di Toscana etc., Opus 6 (1714), 12 concerto grosso untuk concertino (dua biola dan cello) dan ripieno (dua biola, viola, dan basso continuo).

Corelli meninggal pada tanggal 8 Januari 1713 di Roma karena penyakit stroke. Ia dimakamkan di Basilika Santa Maria della Rotonda (Pantheon). Ia meninggalkan warisan musik yang besar dan berpengaruh bagi generasi komposer dan pemain violin selanjutnya.

Analisis Musik Corelli

Musik Corelli memiliki beberapa karakteristik yang khas dan menarik, antara lain:

  1. Ia menggunakan bentuk-bentuk musik yang sederhana dan jelas, seperti sonata dan concerto grosso, yang mudah dipahami dan diingat oleh pendengar.
  2. Ia menggunakan tema-tema musik yang singkat dan mudah dihafal, yang kemudian dikembangkan dengan berbagai cara, seperti variasi, imitasi, inversi, augmentasi, diminusi, dan sebagainya.
  3. Ia menggunakan harmoni yang kaya dan melodis, dengan penggunaan nada-nada kromatis (setengah nada) yang memberikan warna dan ekspresi pada musiknya.
  4. Ia menggunakan polifoni yang jelas dan ekspresif, dengan penggunaan kontrapun (seni menggabungkan beberapa melodi secara bersamaan) yang menunjukkan kemampuan teknis dan artistiknya.
  5. Ia menggunakan ritme yang bervariasi dan dinamis, dengan penggunaan sinkopasi (pergeseran aksen ritmis), hemiola (perubahan kelompok ketukan), dan perubahan tempo (kecepatan musik).
  6. Ia menggunakan modulasi (perubahan kunci) untuk menciptakan efek dramatis dan kontras dalam musiknya. Ia juga menggunakan cadenza (bagian solo improvisasi) untuk menunjukkan kebebasan dan kreativitas pemainnya.

Musik Corelli dapat dikatakan sebagai musik yang seimbang, halus, mewah, dan orisinal. Ia mencerminkan cita rasa seni Barok yang menghargai keindahan, kemegahan, dan teatrikalitas. Ia juga mencerminkan idealisme klasik yang menghargai kesatuan, kesederhanaan, dan kejelasan. Musik Corelli adalah musik yang menggabungkan tradisi dan inovasi, serta emosi dan akal.